Kutbah Iedul Fitri Oleh Dr.Zulkifli MA

0
206

Hikmah :

MEMBANGUN KARAKTER KELUARGA LEWAT PESAN RAMADHAN
OLEH : Dr. Zulkifli, MA
Dosen Tetap FAI UMT, Dosen Tidak Tetap UIN Jakarta, Anggota ICMI

KHUTBAH PERTAMA
اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ ,اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا و الحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلا . لااله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده. لااله الا الله ولانعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لااله الا الله و الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
الحَمْدُ للهِ الَّذِى وَفَّقَنَا لِعِبَادَتِهِ . وَجَعَلَ هذَا اليَوْمَ فَرْحًا لِعِبَادِهِ الُمتَّقِيْنَ الَّذِيْنَ فَازُوْا بِصِيَامِ رَمَضَانَ وَقِيَامِهِ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Kiranya tiada kata yang pantas kita ucapkan pada kesempatan pagi yang berbahagia ini seraya mengucapkan kalimah tasyakur Alhamdulillahirobbil Alamiin, Pada kesempatan yang mulia ini, marilah bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan cara menjalankan segala apa yang menjadi perintah-Nya dan berusaha menjauhi apa saja yang menjadi larangan-Nya. Sholawat teririmg salam teruntuk junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan insyaallah kepada kita pengikutnya yang selalu istiqomah dalam mengikuti semua sunahnya aamiin. Bersyukur kita kepada Allah SWT, Setelah sebulan kita melaksanakan ibadah puasa maka sejak terbenamnya matahari kemarin kita telah ditinggalkan oleh tamu istimewa dan telah meninggalkan kita. Semua makhluk disekeliling kita menangis dari mulai malaikat, manusia merasa kehilangan bulan yang agung tersebut. Pada hakikatnya belum tentu kita akan bertemu kembali kecuali dengan izin Allah SWT.
Dengan datangnya tamu Istimewa tersebut kita ditatar untuk mengendalikan hawa nafsu selama satu bulan, dengan demikian pada hari ini sampai 11 bulan kedepan diharapkan ruhani dan jasmani serta mental kita dalam kondisi yang suci bersih dari noda dan dosa. Sebagaimana Allah berfirman QS. 87 ayat 14-15
Ayat 14
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),
«قد أفلح» فاز «من تزكى» تطهر بالإيمان.
(Sesungguhnya beruntunglah) atau mendapat keberuntungan (orang yang membersihkan diri) dengan cara beriman.
Ayat 15
وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ
dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.
«وذكر اسم ربه» مكبرا «فصلَّى» الصلوات الخمس وذلك من أمور الآخرة وكفار مكة مُعرضون عنها.
(Dan dia ingat nama Rabbnya) seraya mengagungkan-Nya (lalu dia salat) maksudnya, mengerjakan salat lima waktu, hal ini merupakan perkara akhirat; akan tetapi orang-orang kafir Mekah berpaling daripadanya.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Sudah dua kali hari raya Idul Fitri tahun lalu dan sekarang kita masih dihadapkan musibah yakni ditimpakannya virus Corona atau covid 19. Covid 19 menimpa kepada semua kalangan, tidak mengenal jabatan, tidak mengenal status sosial, tidak mengenal suku dan agama bahkan tidak mengenal usia. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan dibenak kita semua, yakni Kenapa Allah tidak menimpakan musibah ini kepada orang-orang yang berbuat zalim saja, dengan melihat surat al-Anfal ayat 25;
وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Qs. al-Anfal ayat 25)
Dalam ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa kita harus berhati-hati dan mawas diri akan datangnya fitnah berupa ujian dan bala, dimana keduanya tidak saja akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat zalim secara khusus, tapi akan ditimpakan juga kepada semua orang yang tidak bersalah disekelilingnya, jika mereka tidak mau mengingatkan, menegur, dan mencegah kezaliman yang terjadi.
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Sudah dua tahun ini kita masih dalam masa pandemi covid-19, umat Islam menyambut hari raya idul fitri dengan tetap mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang telah diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah SWT: QS. 2 ayat 185
وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
Rasulullah Saw bersabda:
زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر
Artinya: “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda.
“Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian maka Allah pun berkata: ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebaikan dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka’. Sesorang kemudian berseru: ‘Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbukalah untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.”
Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Ada Empat pesan Ramadhan yang semestinya kita pegang teguh untuk perubahan pada diri setiap pribadi dan keluarga, sehingga Ramadhan tetap membekas dalam jiwa dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari selama 11 bulan kedepan.
Pertama: Pesan membangun karakter keluarga di Bulan Ramadhan
Membangun karakter keluarga dibulan Ramadhan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW telah teraplikasikan terlihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu menjadi sebuah persiapan selama 11 bulan kedepannya. Pentingnya tadarus Al-Qur’an dalam diri pribadi untuk menguatkan keimanan dan keistiqomaan dalam kehidupan, keutamaan yang lain dalam mempersiapkan hidup dan kehidupan antara lain, perniagaan dan perdagangan yang tidak pernah merugi, memperoleh pahala yang banyak, mendapatkan syafaat pada hari kiamat, sebagai kebaikan bagi pembacanya sendiri, dan merupakan pencapaian yang lebih baik dari harta dan dunia. Di dalam Al-Qur’an QS. Al-A’rof ayat 204 yang Al-Qur’an. Maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

Dengan kita membaca Al-Quran dibulan suci Ramadhan serta mentadaburi merupakan suatu perintah menyimak, melihat bacaan Al-Qur’an serta membaca, dengan mendengarkan mendatangkan kasih sayang Allah apalagi membacanya. Beberapa keutamaan membaca Al-Qur’an yang disebutkan oleh para ulama dibulan Ramadhan antara lain, menjadi pelembut dan penerang hati, memudahkan segala urusan manusia, menjadi fasih dalam lisan, terkabulnya keinginan atau permintaan, mendatangkan kebaikan. Dengan adanya perencanaan dan perangkat dalam berupa pembinaan diri, keluarga merupakan pembelajaran di bulan Ramadhan serta mempersiapkan diri dan keluarga menjadi Istiqomah dalam mempersiapkan bulan-bulan berikutnya. Pada akhirnya Ramadhan akan selalu berbekas pada pribadi dan keluarga ketika pesan tersebut selalu membekas dalam kehidupan sehari-hari ketika dibulan selanjutnya selalu melaksanakan puasa setelah puasa 6 hari di bulan Syawal, dengan melakukan puasa senin dan kamis atau puasa ayyamul bidh, 13, 14, 15 setiap bulannya.
Pesan yang kedua selalu rutin membaca Al-Qur’an disetiap waktu secara bersama dengan keluarga. Dengan membaca dan mengaplikasikan ayat-ayat Al-Qur’an didalam kehidupan akan berguna pada ketentraman jiwa manusia dan sebagai pengobat hati. Nabi Muhammad SAW bersabda: Shoum atau Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada manusia di hari kiamat, puasa akan berkata’ Ya Allah aku telah menghalangi dari makan dan syahwat maka perkenankanlah aku memberikan syafaat untuknya, Sedang Al-Qur’an akan berkata Ya Allah aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat untuknya, maka Allah SWT memperkenankan keduanya. (HR. Imam Ahmad dan Ath-Thabrani).
Pesan yang ketiga setelah Ramadhan meninggalkan kita, pembiasaan pribadi dan keluarga selalu melaksanakan sholat malam, dengan melakukan sholat malam akan selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta. Sebagaimana dalam QS. 17 : 79 yang artinya , Dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dengan selalu Istiqomah melaksanakan sholat malam berarti muhasabah dan menilai diri untuk lebih baik lagi. Ali bin Abi Tholib pernah berkata sebaik baik manusia adalah yang paling baik kepada Allah SWT, jadilah kita manusia yang paling bermuhasabah untuk pribadi menghitung apa saja yang sudah kita perbuat untuk hari esok dan jadilah manusia yang biasa saja dihadapan sesama manusia.
Pesan yang keempat setelah Ramadhan pembiasaan pribadi dan keluarga selalu bersedekah dan berbuat kebaikan. Dengan bersedekah maka akan menjadi penangkal musibah dan bala. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang selalu berlanjut tidak ada putus-putusnya atau Istiqomah dalam kebaikan.(HR. Muslim). Implikasi kelima dari kurikulum Ramadhan selalu beribadah tepat waktu, jadilah kau hamba Allah yang senantiasa beribadah kepadah Allah jangan hanya beribadah di bulan Ramadhan saja, tetapi mengerjakan selalu di 11 bualan berikutnya.
Dengan adanya pendidikan, pengajaran serta pembiasaan dalam sebuah perangkat yang direncanakan baik dalam mencetak karakter pribadi atau keluarga merupakan sebuah bukti peran kedua orangtua dalam pembinaan jasmani dan rohani untuk membentuk nilai-nilai ke Islaman pada karakter pribadi anak dan keluarga. Disnilah kita harus jeli dalam mempersiapkan mental dan karakter anak, walau dimasa-masa pandemi yang sudah 1 tahun ini melanda dunia tetapi tidak mengurungkan niat kita sebagai orangtua dan pendidik, pribadi dan lain-lain untuk tetap Istiqomah untuk keluar dari wabah serta memberikan pendidikan dan pengajaran yang terbaik. Dari sinilah kita dan keluarga membangun pembiasaan apalagi di bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan berakhir, Ahmad Tafsir dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam mengatakan bahwa keluarga juga dikatakan pendidik yaitu kedua orangtua, pendidik dalam Islam adalah siapa saja yang bertanggungh jawab terhadap perkembangan anak didiknya yaitu keluarga. Semoga perencanaan yang di desain secara baik akan menghasilkan keluaran yang terbaik, dengan adanya pembiasaan kepribadian keluarga akan menghasilkan semangat Ramadhan di 11 bulan kedepan, wallahu a’lam bishawab.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.
Demikianlah empat pesan yang disampaikan oleh Ramadhan sebagai pembangun karakter keluarga. Maka dari itu, mari kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan keempat pesan ini ke dalam bingkai kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat bahkan negara. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita sendiri, untuk tidak terpancing pada hal-hal yang dilarang dan merugikan orang lain; menjalin hubungan dengan Allah SWT dan silaturrahim serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda-bedakan setatus sosial, serta menyandang karakter Islami untuk membangun sebuah keluarga dan bangsa yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera.
Demikian khutbah yang disampaikan, semoga bisa menjadi ilmu dan nasehat yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin…

Akhirnya marilah kita berdoa, menundukkan kepala, memohon kepada Allah untuk kebaikan kita dan umat Islam di mana saja berada. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahirabbil‘aalamiin. Wasshalaatu wassalaau‘alaaMuhammadin wa‘alaaaalihiwa sahbihi ajma’iin.
• Ya Allah, Ya Razaq, Yang Maha Pemberi Rizki. Segala puji dan syukur kehadiratMu, tiada henti kami panjatkan atas segala nikmat dan inayah-Mu.
• Ya Allah Ya Rahiim Yang Maha Penyayang. Pandanglah kami dengan penuh cinta dan kasih sayang-Mu. Janganlah Engkau tatap kami dengan tatapan amarah dan murka-Mu. Kami sadar, sungguh begitu banyak dosa dan kekhilafan yang telah kami lakukan. Sekali lagi ampuni dosa-dosa dan kesalahan kami. Ya Allah, tak terbayangkan oleh kami, seandainya Engkau tidak mengampuni kami, dan Izrail pun datang mencabut nyawa kami. Ya Allah, Ya Sobur, Yang Maha Sabar. Berikanlah kesabaran kepada kami dan seluruh rakyat Indonesia sedang menghadapi ujian berat berupa wabah covid 19.
• Bisa saja kesemuanya itu akibat kurangnya kami dan pemimpin kami bersyukur kepada-Mu, Engkau berikan kepada kami nikmat kaki, namun selalu saja kaki ini kami langkahkan bukan ke jalan-Mu Ya Allah. Engkau berikan kepada kami nikmat hati, tapi selalu saja hati ini enggan mengingat-Mu ya Allah. Engkau berikan kepada kami nikmat kelebihan harta dan ilmu, tapi justru terkadang dengan harta dan ilmu itu kami menjadi sombong dan angkuh ya Allah. Kami lupa itu semua hanya titipan dan amanah-Mu ya Allah. Ampuni kesalahan dan kekhilafan kami ini ya Allah.

 

وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
باَرَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآياَتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتِهِ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTAH KE DUA
اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى حَمْدًا كَثِيْراً كَمَا أَمَرَ . أَشْهَدُ اَنْ لآ اِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ . وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الْغُرَرْ
عِبَادَالله ! اِتَّقُوْااللهَ مِنْ سِمَاعِ اللَّغْوِ وَفُضُوْلِ الْخَبَرْ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكُمْ وَزَجَر . وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى ِبمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى : اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلوُّا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ نَبِيِّ الرَّحْمَة وَشَفِيْعِ الْأُمَّة وَاْرضَ اللَّهُمَّ عَلَى اَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرَّيَّتِهِ اَجْمَعِيْنَ . وَعَنِ الخْلُفَاَءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرِ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ وَعَلىَ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِىَ الْحَاجَاتِ . اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْن وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَاجْعَلْ بَلْدَ تَنَا هَذِهِ اَمِنَةً مُطْمَئِنَّه وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّة . رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار .
عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ . وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .