Kunjungi Pengurus Pondok Budi Utomo dan Pengurus LDII Solo, Ini Pesan Ketum MUI DKI Jakarta

  • Whatsapp
Pengurus LDII dan Pondok Budi Utomo Solo Jawa Tengah usai ramah tamah foto bersama( Foto : Ist).

Solo: Beritakitanewa.com: Dikehidupan kaum muslimin, menjalankan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini bukanlah hal baru. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan  telah diajarkan Islam untuk menjaga kebersihan karena hal itu merupakan sebagian dari iman.

Demikian dikatakan KH.Munahar Muchtar, Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta saat mengunjungi Pondok Pesantren Budi Utomo Kadipuro Solo dan pengurus DPW Jawa Tengah.

KH.Munahar Muchtar melakukan kunjungan ke LDII Jawa Tengah ke Kota Solo di sela-sela ziarah di wilayah Jawa Tengah, yang sebelumnya dari Jawa Timur.

“Kami merasa punya saudara di Solo yaitu LDII jadi kayaknya ga sreg klo ga mampir selain itu juga sebagai sarana silaturahmi antar Ormas di seluruh Indonesia,” Ujar KH. Munahar Muchtar yang mengaku sudah merasa dekat dengan LDII.

Ia mencontohkan hal-hal positif di setiap Ormas bisa diterapkan untuk membangun Indonesia ke depan dengan terus menggalang silaturahim antar sesama ormas. Mengingat, harapan bangsa Indonesia ke depan berasal dari santri-santri pondok pesantren.

“MUI harus bersahabat dengan seluruh Ormas di Indonesia dengan terus melakukan silaturahim untuk memper erat tali uhuwah. Dan saya juga selalu  sampaikan untuk terus  menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pesantren, sebagai bentuk ikhtiyar,” imbuh dia.
Menyambut kunjungan ketua umum MUI DKI Jakarta, Muhammad Taufik wakil ketua pembina Pondok dengan didampingi para pengurus lainya, dalam kesempatan itu juga menyampaikan  bahwa sebagaimana arahan dari wakil gubernur Jawa Timur Gus Yasin, agar semua pondok menerapkan program jogo santri telah diterapkan di Budi Utomo, bahkan pondok juga menyediakan ruangan karantina serta menyiapkan fasilitas protokol kesehatanya.

M.Taufik juga menjelaskan, kegiatan belajar mengajar saat ini sudah dimulai sesuai arahan pemerintah. Namun santri yang masih berada di daerah mengikuti pelajaran secara daring.

 

Related posts