Khasanah : Memiliki Standar, oleh Dr. Muhammad Fahmi Akbar

  • Whatsapp

Khasanah :

Memiliki Standar
Dr. Muhammad Fahmi Akbar

Memiliki standar atau ukuran nilai tertentu akan membuat dirinya berharga. Bukan hanya persoalan dunia, bahkan hingga akhirat.

Agama memberikan gambaran tentang standar yang harus dimiliki oleh setiap mukmin agar hidupnya berarti untuk dunia dan bernilai di mata Allah.

Pertama, beriman dan berilmu. Dua kata ini saling terkait dan melengkapi. Bila salah satunya hilang maka tidak berarti hidupnya. Berilmu tanpa iman yang benar hanya akan mengantarkan pada puncak kriminal tertinggi. Sedang beriman tanpa ilmu hanya mengantarkan pada taklid buta dan menyesatkan orang lain.
يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير.
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Mujadilah: 11)

Standar kedua yang penting dimiliki setiap mukmin adalah akhlak mulia. Akhlak menjadi standar kedua setelah seseorang beriman. Untuk membuktikan keimanannya dia harus berakhlak mulia.

Hingga Rasulullah berpesan,
لا يؤمن احدكم حتى يحب لاخيه ما يحب لنفسي
Artinya: “Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian beriman hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Standar ketiga agar seorang mukmin bernilai di hadapan Allah adalah memiliki kekuatan. Melalui kekuatan ini umat Islam dapat melakukan apapun untuk kemaslahatan bersama. Kekuatan harta, dominasi politik, kewibawaan organisasi, ketinggian jabatan dsb dapat mengantarkan pada kemuliaan umat.

Pantas saja Rasulullah berpesan,
المومن القوي خير واحب إلى الله من المؤمن الضعيف
Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah” ( H.R. Muslim)

Memiliki standar tersebut bukanlah hal yang mudah. Tidak ada yang dapat memberi, kecuali kemauan dan kerja keras menempa diri agar layak memiliki standar.

Di hadapan Allah nanti, semua akan mempertanggung jawabkan tentang sejauh mana usaha diri menjadi mukmin yang memiliki standar.

Fastabiqul Khoirot


Related posts