Keresahan Kyai Munahar Ketum MUI Jakarta atas Munculnya RUU HIP: Ini Perlu di Wapadai

  • Whatsapp
KH.Munahar Muchtar Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta.(Foto : Fahr).

Jakarta, Beritakotanews.com: Masyarakat yang selama ini hidup rukun, damai, saling hormat menghormati meski berbeda agama, berbeda keyakinan, berbeda suku adat dan budaya, menjadi terusik dengan munculnya Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP) yang sangat tidak populer itu. Tegas Kyai Haji Munahar Muchtar, Tokoh Betawi yang Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, di Jakarta, Jumat 12/6/2020.

Kyai Munahar selanjutnya mengajak seluruh warga masyarakat yang sefaham dengan Pancasila yang termaktub pada pembukaan UUD Negara RI tahun 1945, agar selalu cerdas dan jeli terhadap para penyelenggara negara yang berpikiran miring-miring, baik di Pusat maupun di daerah-daerah.

“Selama ini kehidupan berbangsa dan bermasyarakat aman-aman saja, perbedaan yang ada tidak membuat gejolak yang berarti, mereka hidup rukun saling hormat menghormati, saling menghargai satu sama lainya, tidak perlu ada perubahan Undang-undang, yang ada selama ini masih kondusif. Jika dimasyarakat ada konflik, selama ini saya pikir bukan konflik ideologi, jadi tidak perlu ada perubahan,” Jelas KH.Munahar.

Justru dengan munculnya RUU HIP itulah yang bikin resah warga masyarakat, tambahnya.

KH.Munahar Muchtar selanjutnya mengingatkan kepada masyarakat agar terus mengawasi yang menyusun dan mengusulkan RUU HIP tersebut, karena jelas pikiran mereka itulah yang memiliki niatan dan tujuan tertentu.

“Yang paling perlu diwaspadai adalah mereka yang menyusun dan mengusulkan RUU HIP agar menjadi Undang-Undang, kita liat siapa mereka itu, jelas mereka mempunyai niatan yang akan perlu diwaspadai,” kata KH. Munahar Muchtar.

Menurut Kyai Munahar Muchtar, RUU tersebut mendapat sorotan lantaran dinilai sebagai salah satu RUU kontroversial yang akan memberikan kelonggaran terhadap penyebaran paham komunisme.

Pancasila sebagai falsafah bangsa sudah Final tidak perlu di utak atik lagi dengan dalih apapun, ini menyangkut marwah bangsa dan kita harus ingat bahwa Pancasila lahir dari para pemikir besar bangsa termasuk peran ulama.

Menurutnya RUU HIP banyak point-poin yang terkesan ngambang, Pancasila sepertinya mau dirubah menjadi Trisila bahkan eka sila, contoh didalam RUU tersebut mengatakan, keadilan sosial adalah ruh dari pancasila, Ketuhanan yang berkebudayaan dll.

“Saya hawatir ada pergeseran nilai luhur pancasila pada pemahaman pemikiran sekulerisme, materialisme dan bahkan lebih jauh dari itu perlahan agama akan di hilangkan, ini yang menjadi kontra, karenanya kami DP MUI menolak dengan tegas RUU HIP,” Tutup KH.Munahar.(fin).

 

Related posts