Kapolri Jenderal Tito Karnavian Buka Silaturahmi Dai Kamtibmas se Indonesia

  • Whatsapp
Keynote speaker Kapolri Jenderal Toto Karnavian, di Acara Silaturahmi dai Kamtibmas seluruh Indonesia. (Foto; Fin).
Keynote speaker Kapolri Jenderal Toto Karnavian, di Acara Silaturahmi dai Kamtibmas seluruh Indonesia. (Foto; Fin).

Jakarta, Beritakotanews.com: Bertempat di Hotel Bidakara Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Prof.H.Muhamad Tito Karnavian, P.Hd membuka secara resmi acara silaturahmi Dai Kambimas seluruh Indonesia yang diadakan selama tiga hari dari tanggal 16-18 Juli 2018 dengan memukul gong sebanyak lima kali.

Acara Silaturahmi Dai Kamtibmas Seluruh Indonesia yang bertempat di Ballroom Birawa Asembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, dengan tema “ Kita Wujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Damai “. diikuti 430 peserta dengan dihadiri Pejabat Utama Mabes Polri dan tamu eksternal antara lain Rektor IAIN Palangkaraya Dr. Ibnu Elmi Achamd Slamat Pelu, SH, MH, Rektor UIN Suska Riau Prof.Dr.KH. Ahmad Mujahidin, S.Ag, M.Ag, Rektor Unair Surabaya Dr.Suko Widodo dan tamu undangan lainnya.

Dirbinmas Polda Metro Jaya, KBPSambodo P Yogo, Kasubditbintibluh, AKBP Jajang Hasan Basri, sebagai Pendamping Peserta Dai Kamtibmas Polda Metro Jaya, Foto Bersama Dengan Kakorbinmas,Irjen Arkian Lubis Usai acara.(Foto : (Foto : Ustd).

Dalam sambutan yang memakan waktu dua jam lebih, Jenderal Tito mengutarakan betapa penting dan strategisnya acara ini karena Ulama dan Umaro memiliki kepentingan yang sama, Polri memiliki tugas untuk menegakkan hukum, melindungi mengayomi masyarakat dan menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia, sejalan dengan peran dan tanggung jawab para Da’i dan alim ulama.

“Mayoritas penduduk Indonesia 85% adalah beragama Islam. Dalam konteks ini posisi Muslim Indonesia dalam percaturan global memiliki posisioning yang berpengaruh. Tokoh agama memiliki posisi pertama yang didengar oleh publik hal ini disebabkan karena fanatik dan low class yang tinggi di negara kita sehingga apa yang disampaikan oleh tokoh agama dan para Da’i lebih di dengar dibandingkan dengan tokoh akademisi atau tokoh intelektual karena Indonesia masih menganut patron klien,” Urai Kapolri, Selasa, 17/07/2018.

Ketua Dai Kamtibmas DKI Jakarta, H. Arifin Rusdi, beserta 37 Peserta Utusan Polda Metro Jakarta.(Foto : Abdl)

Ulama ini penting bagi polri, bagi penegakkan hukum. Indonesia, merupakan negara dengan penduduk nomor 4 terbesar di dunia setelah China, India, Amerika. Dan mayoritas penduduk Indonesia 85% adalah warga muslim, keberagaman suku, bahasa, budaya, populasi yang besar, sumber daya alam yang melimpah serta luas wilayah yang kita miliki merupakan kekayaan Indonesia untuk mencapai negara dominan di dunia apabila dikelola dengan baik.

“Indonesia merupakan negara terbesar ke empat, namun sayang yang sudah bisa menikmati baru hanya 10% saja, ini yang mesti dipikir bersama bagaimana caranya agar masyarakat menengah kebawah juga bisa menikmatinya juga,” Ujar Tito yang disambut dengan aplaus peserta.

Jenderal Tito membandingkan dengan negara Singapura yang tidak memilili apa-apa namun menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara, karena lebih dahulu mengelola sumber daya manusia dari pada sumber daya alamnya.

Kapolri juga menyampaikan tentang situasi terkini tentang faham takfiri yang selalu mengkafir-kafirkan kelompok lain yang harus sama-sama kita cegah dan tangkal, peran tersebut merupakan beban dan tanggung jawab Polri bresama para dai kamtibmas. Acara selesai ditutup dengan foto bersama(fin).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *