Hari Perdamaian Dunia, HAAK MBK Paroki Tomang Adakan Peringatan dengan Membuka Prasasti

  • Whatsapp

Jakarta, Beritakotanews.com : Seksi Hubungan Antar Agama & Kemasyarakatan (HAAK) Paroki Tomang Gereja Maria Bunda Karmel Jakarta Barat adakan peringatan Hari Perdamaian Dunia pada 9/1/2022 bertempat di Auditorium MBK, jl. Karmel Raya No.2 Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Dalam memperingati Hari Perdamaian Dunia tahun 2022 yang biasanya diperingati setiap tanggal 6 Januri tersebut, seksi Hubungan Antar Agama & Kemasyarakatan (HAAK) Paroki Tomang Gereja Maria Bunda Karmel Jakarta Barat menandai dengan membuka Prasasti. Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Stella Yosefina Aryati, ketua seksi HAAK Paroki Tomang.

“Upaya untuk menjaga perdamaian dunia, Seksi Hubungan Antar Agama & Kemasyarakatan Paroki Tomang Gereja Maria Bunda Karmel Jakarta Barat adakan peringatan ini, dan agar bisa merealisasikan perdamaian tersebut, dalam peringatan Hari Perdamaaian Dunia kali ini, kita akan bersama – sama membuka Prasasti yang dibuat 5tahun yang lalu, dimana didalam prasasti tersebut ada pesan-pesan dan harapan perdamaian agar kita semua bisa berusaha semaksimal mungkin merealisasikan apa yang telah dituliskan oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat, nanti kita baca satu-persatu apa pesan perdamaian yang ditulis didalamnya,” Ujar Stella saat memberikan sambutanya.

Stella Y Aryati selanjutnya berharap, bahwa dalam lingkungan kehidupan masyarakat dunia yang terdiri dari multi kultur, budaya, agama serta tingkat sosial yang berbeda agar terhindar dari perpecahan, yang tentunya sangat merugikan bagi masyarakat sedunia, hendaknya bisa hidup berdampingan abaikan kepentingan individu dan golongan karena sejatinya kita harus bisa menciptakan perdamaian yang nyata.

Peringatan Hari Perdamaian Dunia yang dilaksanakan oleh HAAK MBK ini menghadirkan para tokoh agama yang tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat yakni, H.Arifin Rusdi, M.Pd, Wakil Ketua I, dari Unsur Muslim, Dr.Nyoman Widi Wisnawa, dari Hindu, Zaenal Susiardjo, dari unsur Katolik, Pdt.Mulya dari unsur Kristen, dan tokoh masyarakat sekitar. Termasuk hadir pada acara tersebut dari Paroki Tomang, Romo Bernabas Kristinus Ginting sebagai kepala Paroki Tomang Gereja Maria Bunda Karmel, Romo Petrus Kusdiantoro Okaren, Edy Susanto Halim, Philipus Sumiyarsono, dan Charly dari Paroki.

Meski masih dalam suasana pandemi, HAAK MBK bisa melaksanakan peringatan Hari Perdamanain Dunia meski harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, termasuk dalam pelaksanaanya terpaksa harus dilakukan dengan cara hybrit, setengah dari peserta secara offline dan separoh peserta lainnya mengikuti dengan online.

Romo Bernabas Kristinus Ginting sebagai kepala Paroki Tomang Gereja Maria Bunda Karmel dalam sambutanya menyampaikan bahwa rasa kemanusiaanlah yang mendorong dirinya berkenan selenggarakan kegiatan ini dan hadir dalam acara ini.

“Spirit kemanusiaanlah yang mendorong kita untuk berkumpul dalam satu kegiatan ini, karena kalau masalah agama kita percaya semua agama mengajarkan keagamaan, meski dalam kenyataanya masih banyak yang salah dalam menafsirkan, untuk itu marilah kita bergandeng tangan untuk bersama-sama demi kemanusiaan kita bergandeng tangan menciptakan perdamaian, dalam semangat persaudaraan kita disatukan dalam negara kesatuan RI, karenanya marilah kita bisa peka terhadap orang lain, terhadap situasi sekitar, sehingga tercipta persaudaraan,”harapnya.

Sementara itu, Ketua Forum seksi HAAK Dekenat Barat II, Philipus Sumiyarso, salah seorang perumus SKB tiga menteri dizaman presiden SBY yang ikut hadir pada acara tersebut saat menyampaikan sambutanya mengatakan bahwa Perdamaian harus dimulai dari tingkat yang paling rendah yakni keluarga, jika keluarga kita sudah damai, tentu bangsa ini juga akan damai, maka warisan yang paling kekal adalah perdamaian.

Dari FKUB Jakarta Barat yang diwakili oleh wakil ketuanya H.Arifin Rusdi,M.Pd, dalam sambutanya berharap Hari Perdamaian yang kita peringati setiap tahun ini bisa dilaksanakan oleh semua umat manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar perdamaian itu nyata maka hilangkan pikiran negatif terhadap kegiatan orang lain, selalu berfikir positiflah maka hati akan damai.(fin).

Related posts