Atas Nama Putra Betawi dan Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH.Munahar Muchtar Menolak Nama Mustafa Kemal Ataturk Sebagai Nama Jalan

  • Whatsapp

Jakarta, Beritakotanews.com : Wacana pemerintah akan mengganti salah satu nama jalan di DKI Jakarta dengan nama Mustafa Kemal Ataturk, mendapat penolakan dari dari Putra Betawi yang juga Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta.

KH.Munahar muchtar salah satu tokoh Betawi yang juga Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta secara tegas menolak wacana pemerintah yang akan mengganti salah satu nama jalan di DKI Jakarta dengan nama tokoh dari Turki Mustafa Kemal Ataturk.

“Saya minta pemerintah berfikir ulang untuk menamakan jalan dengan tokoh sekuler itu. Mustafa Kemal Attaturk itu seorang tokoh yang mengacak-acak ajaran Islam. Ia telah menyakiti umat Islam. Indonesia ini mayoritas umat Islam, jika pemerintah memaksakan kehendak tentu pemerintah telah menyakiti hati umat Islam. Ia (Mustafa Kemal) itu telah menyakiti umat Islam, banyak tokoh-tokoh Islam dibunuh secara keji olehnya, ia yang juga meminta agar adzan dengan bahasa turki, ia juga yang meminta agar Alqur’an diganti dengan bahasa Turki, sepak terjangnya telah melukai umat Islam, maka saya dengan tegas sebagai putra Betawi dan atas nama ketua umum MUI DKI menolak, nama dia sebagai nama jalan di DKI Jakarta,” Tegas KH.Munahar Muchtar.

KH.Munahar Muchtar selanjutnya meminta kepada pemerintah DKI untuk membatalkan wacananya itu, karena Mustafa Kemal Attaturk itu orang yang telah melukai umat Islam.

“Betawi identik dengan Islam, dan tentu saya pribadi juga merasa tersakiti olehnya atas perilaku yang ia lakukan terhadap umat Islam,” tambah KH.Munahar Muchtar, Senin, 18/10/2021.

Sebagaimana di lansir detik, wacana yang dilontarkan oleh wakil Gubernur Riza ini selain mendapat penolakan dari berbagai tokoh umat Islam juga karena nama tokoh itu akan mengganti nama jalan yang sudah ada. Wakil Gubernur Reza menyebut hal ini dilakukan demi mempererat kerja sama negara Indonesia dengan negara Turki.

“Jadi insyaallah bagian dari kerja sama antara Indonesia dan Turki. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa rencana ini berawal disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Ankara Muhammad Iqbal yang mengungkapkan bahwa Indonesia berencana mengganti salah satu nama jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh Turki tersebut yang peresmian nama jalan itu akan dilakukan saat Presiden Turki mengunjungi Indonesia,” ujarnya.

Riza meminta semua pihak untuk saling menghormati. Bahkan Riza mengatakan surat usulan nama Atatruk sebagai nama jalan di Jakarta sudah masuk.

“Kebetulan nama yang diusulkan dari mereka ya Atarturk ya, kita saling menghormati menghargai antar negara. Memang ada beberapa pendapat dari kelompok masyarakat yang kita juga harus hormati, dan kita perhatikan pertimbangan,” ucapnya. tulis detik. (fin).

Related posts