Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat yang Ketua Umum LDII Tutup Usia

  • Whatsapp
Ratusan Karangan Bunga memenuhi Kantor DPP LDII JL. Arteri Tentara Pelajar no.28 Patal Senayan Jakarta( foto : fin)

Jakarta, Beritakotanews.com : Prof.KH.Abdullah Syam, ketua umum LDII, yang juga anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Pusat tutup usia. Dalam usianya yang ke72 tahun beliau menghembuskan nafas terakhirnya  pada Selasa 14/7/2020 pukul 3.30 dini hari di Rumah Sakit Veteran dr.Sutomo.

Menurut keterangan dari dr.Danny Pramudya Sp.EM pengurus DPP LDII yang mendampingi beliau, sebelum meninggal dunia, Prof.Syam sempat dirawat di RS tersebut selama 4hari karena komplikasi.

“Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam atau Abdullah Syarief Mukhtar meninggal dunia pada usia 72 tahun, di Rumah Sakit Veteran dr Suyoto.Beliau menderita komplikasi diabetes, hipertensi dan jantung,” kata dr Dani Pramudya, SpEM, yang mendampinginya selama sakit.

Sebelumnya Abdullah Syam telah dirawat di rumah sakit selama lima hari. Karena kondisinya telah stabil, dokter yang merawat mengizinkan pulang. Namun sesampai di rumah kondisinya menurun kembali,

“Beliau kemudian dirawat di rumah sakit hingga meninggal dunia,” ujar Dani.

Prof.Abdullah Syam termasuk sosok pemimpin yang disenangi masyarakat khususnya dikalangan warga LDII. Ia tokoh nasional yang membawa perubahan besar dilinvkungan organisasi LDII yang dipimpinnya.

“Pada saat reformasi, Pak Abdullah Syam berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan menerbitkan Majalah Nuansa dengan izin resmi memakai SIUPP,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo.

Abdullah Syam selain menjadi birokrat dan peneliti di Kementerian Kehutanan merupakan sosok yang aktif. Dia tak segan-segan menyambangi warga LDII di wilayah Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain itu, ia juga kerap menyambangi para pelajar atau warga LDII yang bekerja di luar negeri, untuk melihat secara langsung kegiatan pembinaan generasi muda. Pada 2007, Abdullah Syam mempelopori gerakan “Paradigma Baru”, dan mengarahkan organisasi dan warga LDII lebih dekat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal senada disampaikan juga oleh KH.Chriswanto Santoso, salah satu ketua DPP LDII.

“Paradigma baru itu, membuat hubungan LDII dengan MUI menjadi sangat dekat. Lima warga LDII menjadi pengurus MUI Pusat dan Pak Abdullah Syam juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan MUI,” ujar Chriswanto Santoso.

Pada 2012 lalu, Abdullah Syam bersama ormas Islam lainnya ditunjuk sebagai anggota Amirul Haj. Kedekatan LDII dan MUI terus berlanjut. LDII berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan MUI, seperti unjuk rasa menggolkan UU Antipornografi dan bersama-sama MUI menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila.

H.Dody Taufik Wijaya, Sekretaris Umum DPP LDII menambahkan, pada 2016, Abdullah Syam mengajak seluruh warga LDII menghormati para guru. Program itu diwujudkan dalam “Gerakan Ayo Menghormati Guru”,

“Gerakan tersebut mengajak warga LDII dan seluruh bangsa Indonesia untuk menghormati para guru, baik guru dalam sekolah formal maupun nonformal seperti kyai, mubaligh-mubalighot, hingga orangtua,” ujar Dody.

Gerakan ini selalu dikenang, karena mengingatkan kembali fungsi sentral para guru dalam menentukan arah berbangsa dan bernegara.

Selamat Jalan prof.Syam, jasamu kami kenang, doa kami menyertaimu.Semoga surga firdaus yang kau tempati.(fin).

Related posts