KH. Tatang R Firdaus Ketua FKUB Jakarta Barat Beri Pencerahan di Panggung Hut Kodam Jaya 69

  • Whatsapp
KH. Tatang R.Firdaus Anggadinata,MPd, Ketua FKUB Jakarta Barat, saat memberikan pencerahan pada HUT 69 Pangdam Jaya. (foto : Dandi).
KH. Tatang R.Firdaus Anggadinata,MPd, Ketua FKUB Jakarta Barat, saat memberikan pencerahan pada HUT 69 Pangdam Jaya. (foto : Dandi).

Jakarta,Beritakotanews.com: Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Administrasi Jakarta Barat, KH. Tatang R Firdaus Anggadinata, mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat terutama Jakarta Barat agar memupuk tali persaudaraan dengan sepenuh hati. Jika memang betul-betul mau bersaudara, hendaknya persaudaraan itu lahir batin. sehingga tidak ada dusta diantara kita.

Ajakan KH. Tatang R Firdaus Anggadinata, Ketua FKUB Jakarta Barat tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara HUT Pangdam Jaya 69 tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dandim 0503/JB di lokasi padat Penduduk Kapuk Kamal Cengkareng Jakarta Barat.

“Persaudaraan haruslah muncul dari hati, persaudaraan itu harus lahir batin, jika muncul dari hati pastilah tidak ada dusta diantara kita, arenanya mari ita pupuk kita jalin kerukunan dan persaudaraan secara lahir batin,” Ajak KH. Tatang R Firdaus Angadinata, Ketua FKUB Jakarta Barat, Kamis,27/12/2018.

HUT 69 Pangdam Jaya tahun 2018 Santuni Yatim Piatu

Perigatan HUT Kodam Jaya Sebagai acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 tahun 2018, Kodam Jaya/Jayakarta adakan syukuran di 148 tempat secara serentak pada Kamis (27/12/2018) pagi.

“Acara ini memang berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya, biasanya peringatan HUT Kodam jaya diadakan upacara dilanjutkan dengan syukuran terpusat di Makodam Jaya, sementara tahun ini, syukuran dilakukan oleh setiap satuan, baik satuan tempur seperti Detasemen/Batalyon hingga Brigade/Resimen. Selanjutnya Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) mulai dari Koramil, Kodim dan Korem maupun jajaran Badan Pelaksana (Balak), semuanya akan berbaur dengan berbagai elemen masyarakat di wilayah teritorialnya masing-masing,” jelas Dandim 0503/JB dalam sambutannya.

Sementara itu, sebagaimana yang dilansir portal TNI AD, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto mengatakan bahwa syukuran ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat agar benar-benar dirasakan.

“Intinya bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat betul-betul harus mampu kita wujudkan di wilayah,” tegas Pangdam Jaya di Aula A. Yani, Makodam Jaya, Rabu (26/12/2018).

Dihadapan Kasdam, para Asisten, Komandan dan Kabalak jajaran Kodam Jaya, Pangdam memerintahkan agar setiap tempat syukuran menghadirkan tokoh-tokoh yang mempunyai peran di semua bidang.

“Saya harapkan dalam pelaksanaan besok, para komandan satuan, para pemimpin di kelompoknya, mengerti betul tokoh-tokoh masyarakat yang akan diundang itu berperan pada bidangnya masing-masing,” kata Pangdam.

Dikatakan Pangdam Jaya bahwa syukuran secara serentak dan tersebar ini akan memperkuat serbuan teritorial Kodam Jaya.

“Semakin banyak jenis, model yang bisa kita rekrut dan kita kumpulkan, itu akan lebih baik. Syukuran ini, semua tergelar di wilayah Koramil, jadi yang kita lakukan ini tentu dapat memperkuat kegiatan serbuan teritorial yang ada di wilayah kita,” sambungnya.

Untuk itu, Pangdam mengharapkan agar semua unsur masyarakat dilibatkan dalam syukuran tersebut. “Libatkan semua unsur di semua titik (tempat), termasuk harus ada rekan-rekan dari Kepolisian dan instansi yang sudah bekerja sama dengan kita, sebab kita adalah sebagai pemersatu yang harus mampu melindungi semua kelompok warga negara, agar momen ulang tahun ini, dapat kita lakukan dengan baik,” tandasnya.

Diakhir sambutannya, Pangdam menjelaskan bahwa syukuran secara tersebar dan serentak ini merupakan inovasi pembinaan teritorial (Binter) yang dapat dilakukan oleh setiap satuan.

“Teritorial adalah fungsi utama TNI AD, bukan hanya urusan Koramil, Kodim dan Korem. Satuan Balak pun harus melakukannya. Saya yakin pendekatan yang dilakukan Satuan non Kowil, akan memberi inovasi baru terhadap Binter yang sudah dilakukan Kowil selama ini. Contohnya, Paldam bisa membuat sarana Binter dengan latihan mengelas bersama atau perbaikan mesin. Kalau kita tidak berinovasi, maka kita bisa tertinggal dari instansi lain,” pungkas Pangdam. (Pendam Jaya).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *