Warga Menolak Jenazah Covid-19 Karena Takut Desanya Tercemar Virus

0
62

Jawa Tengah-Beritakotanews.com:  Dikabupaten Banyumas tepatnya di desa Tumiyang kecamatan Pekuncen, masyarakat beramai-ramai menolak pemakaman jenazah didesanya yang meninggal karena virus corona. Penolakan warga karena mereka takut jika dikemudian hari desanya tercemar virus corona dari mayit tersebut.

“Kami tidak mau desa kami nantinya tercemar oleh wabah virus corona,”kata Wahyudi warga setempat.

Bermula dari Pasien positif Virus Corona (COVID-19) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang meninggal dunia. Namun jenazahnya sempat mendapat penolakan dari warga di tiga lokasi pemakaman.

Jenazah yang beralamat di Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur dirawat di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto meninggal pada Selasa, 31 Maret 2020.

Dari rencana semula pasien Covid -19 itu akan dimakamkan di Pemakaman Umum Kebondalem, Purwokerto. Namun Warga menolak jenazah dikuburkan di pemakaman setempat karena warga takut virus masih bisa menulari mereka.

Mereka beralasan, lokasi pemakaman berada di tengah padat penduduk. Selain itu lokasi pemakaman sudah terbatas atau sudah penuh. Penolakan disampaikan petugas penggali kubur. Mereka bahkan, menolak membantu proses pemakamannya.

Jenazahpun akhirnya dibawa ke desa Tumiyang Pekuncen, namun hal yang sama juga dialami si mayit, Akhirnya dimakamkan di daerah Wangon yang jauh dari Purwokerto.

Dari kasus tersebut diatas, seorang dokter umum yang bekerja di puskesmas menyayangkan kejadian terssbut, ia mengaku kasihan kepada jsnazahnya dan terutama kepada ahli keluarganya yang tentu merasa terluka perasaanya.

“Virus Corona hanya bertahan di tubuh orang hidup. Virus itu adanya di orang hidup, bukan orang mati,” Jelas dr.Ivo Nilasari.

Jadi sebaiknya masyarakat jangan terlalu lebay, lanjut dr.Ivi. Dalam menerima informasi mengenai virus corona sebaiknya jangan sampai berlebihan sehingga menolak jenazah yang mau dikuburkan.

“Menguburkan jenazah kan kewajiban bagi umat Islam terhadap umat Islam lainya, ya meskipun fardhu kifayah tetep saja berdosa semua jika tidak ada yang menguburnya,”ujarnya.(fin).