Siswa Kelas 5, Kalahkan Buaya yang Menerkam Adeknya, Inilah Ilmu yang di Milikinya

0
635

Jakarta, Beritakotanews.com: Media sosial digegerkan dengan berita yang sangat menarik perhatian, siswa kelas 5 SD mampu mengalahkan buaya disungai hutan bakau yang menerkam adiknya. Peristiwa heroik kakak beradik melawan buaya kemudian menjadi viral di media sosial.

Sebagaimana yang ditulis di FB pemilik akun Setiyo Dermawan Mafaza, berawal dari bermain-main di sungai hutan bakau, kakak beradik beserta teman-teman lainnya warga Bontang ini anak yang berinisial Da(9) adik dari Ah(11) diterkam buaya saat berenang disungai tersebut.

Melihat adiknya sudah berada di mulut buaya, Ah yang tadinya sudah berada di darat langsung melompat terjun ke sungai niat menyelamatkan adeknya yang diterkam mulut buaya dengan luka disekujur dadanya.

Ah yang Atlit Cilik cabang Silat dari perguruan Persinas Asad Bontang atas pertolongan Allah berhasil melumpuhkan serangan buaya ganas dengan duel maut di sungai hutan bakau.

Keberanian Ah (11) menyerang kepala buaya dengan pukulan bertubi-tubi hingga datang bantuan teman-temannya yang turut memukuli dengan kayu sehingga si buaya ganas langsung kabur. Ah (11) bersama sang adik Da (9) seperti mimpin mengalahkan buaya buas yang nyaris melahap tubuh mungil sang adik.

“Bagaimana tidak takjub, usia mereka masih terlalu kecil, tapi selain keberuntungan berpihak pada sepasang saudara kandung tersebut, ternyata keterampilan bela diri menjadi bekal yang menyelamatkan mereka,” Tulis Setio di FBnya.

Pasca menjalani operasi, Da nampak sehat di ruang Dahlia 5, Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Selasa siang (14/01/2020).

Didampingi kedua orang tuanya bersama kakak dan adiknya, Da bercerita aksinya dan sang kakak dalam melepaskan diri dari mulut buaya.

”Buayanya datang dari belakang, langsung gigit, cuma saya raba, jadi tahu kalau itu buaya, terus kakak bantuin,” kisahnya dengan suara pelan dan tubuh berbalut perban depan belakang.

Senada, Ah, sang kakak yang duduk di bangku kelas 5 menuturkan, dirinya yang sudah lebih dahulu naik ke daratan spontan turun lagi untuk menyelamatkan Da. Kata Ah, buaya sempat menyeret dan menenggelamkan kepala sang adik ke dalam air, namun beruntung Da berhasil berontak dan kembali muncul ke permukaan. Tak ingin kalah cepat, Ah langsung memukul bagian hidung buaya sebanyak 2 kali, dan gigitan buaya seketika terlepas dari tubuh Da.

” Saya pernah dengar dari teman – teman, katanya kalau ada buaya, tinju hidungnya, jadi saya tinju dua kali, langsung lepas, terus ada teman juga yang bantu tusuk tusuk pakai kayu,” jelasnya dengan wajah polos.

Sementara, Ayah korban mengatakan kedua anaknya memang dilarang untuk berenang di belakang rumah namun hari itu (13/01/2020) sekira pukul 17.30 Wita, Ah, Da dan 4 temannya berenang tanpa sepengetahuan ia dan istrinya, lantaran sedang membantu tetangga hajatan.

” Sudah kami larang memang anak anak untuk berenang, cuma karena hari itu (Senin) saya sama istri lagi bantu tetangga, ada yang nikahan jadi nggak tahu, pulang pun anak anak sudah siap ke masjid, seperti tidak terjadi apa – apa. Kemudian omnya lihat ada darah di baju Da, maka akhirnya ketahuan dan langsung saya bawa ke rumah sakit, ” kisahnya.

Ditambahkan Ibunda korban, kedua anaknya memang memiliki keterampilan bela diri, silat. Mungkin itu juga membantu mereka selamat dari serangan buaya.

” Anak – anak memang bisa silat, Da bahkan ikut O2SN, juara 3 tingkat kota, jadi bisa lawan buaya. Tapi itu semua juga karena pertolongan Allah,” ungkapnya sambil tersenyum penuh kesyukuran.

Dua tahun belakangan ini, mereka aktif mengikuti latihan bela diri pencak silat. Keduanya tergabung dalam Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Persinas Asad). Setiap minggunya, mereka rutin latihan di padepokan yang tak jauh dari kediaman mereka. Tak heran saat kejadian, Da tak begitu panik. Ia bahkan mengaku tak menangis ataupun berteriak.

Da sendiri kini telah profesional. Ia sering diundang untuk tampil mengisi sebuah acara. Terakhir ia dan kakak sulungnya tampil di sebuah acara pernikahan di Kelurahan Gunung Telihan, tepatnya pada pekan lalu. Da tampil secara tunggal, sementara Ah memiliki tim beregu. Da juga tercatat sebagai juara ketiga pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kota pada tahun 2019 lalu.