Pendidikan Seni dan Budaya untuk Mencegah Paham Radikalisme dan Terorisme

0
46
Foto : Ist

Jakarta,Beritakotanews.com: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, menggelar dialog Pencegahan Terorisme melalui Pelibatan Tokoh Seni dan Budaya di DKI Jakarta, bertempat di Hotel Golden, Jakarta 4 Oktober 2017

Acara yang dihadiri oleh 125 orang peserta yang terdiri dari perwakilan tokoh Seniman dan Budayawan serta Guru Seni se DKI Jakarta ini, dibuka oleh DR. Hj. Andi Intang, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI,  dihadiri oleh H. Ridwan Saidi, Sejarahwan dan Budayawan Senior DKI Jakarta sebagai narasumber utama yang mengulas fakta, bahwa saat ini apresiasi pemerintah terhadap pemeliharaan situs-situs seni dan budaya asli milik Betawi di DKI Jakarta ini, masih rendah, seperti terjadi penggusuran sejumlah situs bersejarah di DKI Jakarta.
“Dengan dipeliharanya objek-objek seni dan budaya asli milik warga Betawi, maka para pemuda DKI Jakarta dapat mempelajari nilai-nilai kasih sayang dan persatuan dari para leluhur kita, sehingga mereka lebih mencintai dan bangga terhadap bangsanya sendiri dan tidak akan terpengaruh pada iming-iming para teroris” Menurut H. Ridwan Saidi dengan berapi-api, dan mendapat sambutan meriah dari peserta.
Sementara Ketua FKPT DKI Jakarta, H. Zainal Musappa menjelaskan bahwa kegiatan ini bermaksud untuk membangkitkan semangat dan kesadaran dari para peserta, bahwa DKI Jakarta memiliki kekayaan seni dan budaya yang harus terus dikembangkan dan diberi ruang khusus yang lebih, pada ruang pendidikan siswa-siswa kita, sehingga dapat menjadi salah satu daya tangkal radikalisme.
Foto : Ham
Fikar W Eda, salah satu Seniman asal Aceh yang hadir juga memaparkan pengalamannya, bahwa pada Bencana Tsunami 2004 di Aceh, yang memakan korban jiwa 200.000 orang lebih, justru ada ‘keajaiban seni yang terjadi, dimana 70.000 orang penduduk Pulau Simeuleu yang merupakan titik pusat gempa Aceh tersebut, justru dapat selamat dari gempa dan tsunami tersebut,  karena sebelum bencana terjadi, para tokoh di Pulau Simeuleu kompak membawakan puisi khusus yang juga berfungsi sebagai early warning system, sehingga penduduk setempat pun dapat lebih dini dalam mengevakuasi diri melalui ‘bahasa seni’ yang sudah sangat mereka pahami tersebut.
Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh atraksi teatrikal dari Topeng Blantek Betawi yang cukup menarik,  pimpinan Nasir Mupid. Hadir pada acara tersebut, Drs H. Sumayadi MSi, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta, Bidang Budaya dan Pariwisata, yang sangat mendukung kegiatan ini untuk terus diadakan, dan siap untuk memfasilitasi para tokoh seni dan budaya untuk menyampaikan aspirasinya pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk memberikan perhatian khusus pada perlindungan dan pengembangan seni dan budaya di DKI Jakarta.(A-5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini