Menyiapkan Kader Ulama yang Berakhlakul Karimah dan Lillahi Ta’ala, MUI Provinsi DKI Jakarta Siapkan Pedoman Penyelenggaraannya

0
42

Puncak, Bogor: Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH.Munahar berharap generasi Ulama yang akan datang adalah ulama yang memiliki akhlakul karimah, memiliki daya juang yang tinggi tanpa ketergantungan dengan uang sebagai alat ukur kesemangatanya, tetapi kekuatan iman kepada Alloh lah yang menjadi daya juangnya.

“Ulama yang memiliki banyak ilmu tetapi tidak memiliki akhlakul karimah sangat disayangkan karena yang dicontohkan oleh Rosululloh adalah akhlaknya, uang akan mengikuti dengan sendirinya jika kita berjuangkan agama Alloh dengan ihlas dan dibarengi dengan akhlakul karimah,” ujar KH.Munahar Muchtar Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta saat membuka acara finalisasi Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kader Ulama dan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dasar Ulama yang diselenggarakan di hotel Grànd Ussu Puncak Bogor, Selasa-rabu,26-27/11/2019.

KH.Munahar dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa komisi pendidikan dan kebudayaan menjadi prioritas utama dikepemimpinannya. Ia juga berharap kedepan MUI Provinsi DKI Jakarta melalui komisi pendidikannya bisa memiliki lembaga pendidikan kampus sendiri.

“Karenanya, dikomisi pendidikan saya percayakan kepada para ahlinya, seperti Prof.Dede Rosada dan Dr.Tubagus Wahyudi yang saya minta mengurus komisi pendisikan di MUI Provinsi,” ujarnya.

Prof.Dede Rosada dan Dr.Tubagus Wahyudi yang mendampingi Ketum pada saat pembukaan finalisasi silabus Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kader Ulama (PKU) dan Pedoman Pendidikan Dasar Ulama (PDU), dalam paparan buku pedoman tersebut menyampaikan keinginannya bahwa Komisi Pendidikan menyiapkan kader ulama yang ketika lulus sudah siap pake dengan segala keberadaanya.

“Jadilah Ulama yang memang memiliki keilmuan luas, termasuk juga memiliki hati yang lapang hanya semata-mata mencari keridoan Alloh, termasuk ketika ada umat yang ketok-ketok pintunya pada jam 12 malam minta tolong doain keluarganya yang sedang sakaratul mautpun bisa melakukanya dengan ihlas,” Ujar Prof.Dede menceritakan pengalaman dirinya.

Senada dengan prof Dede dan Ketum DKI, Dr. Tubagus Wahyudi siap memberi dukungan dengan segala kemampuanya demi terlaksananya cita-cita yang mulia (Fin).