Kunjungi Kemenag, FKUB Jakbar Satukan Visi Misi Kerukunan

0
80
Usai pertemuan foto bersama,(Foto : Deny).

Jakarta, Beritakotanews.com: Untuk memper erat tali komunikasi sehingga terjalin kerukunan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kunjungi kepala kemenag kota Adm Jakarta Barat.

Kunjungan dalam rangka menjalin silaturahim dengan kepala kemenag yang baru, adalah dalam rangka menyatukan visi yaitu kerukunan diwilayah Jakarta Barat.

“Kepala kemenag adalah dewan pembina FKUB, sehingga mesti harus kenal dengan anggotanya agar visi kerukunan terjalin dan terjaga terus, karena selama ini Jakarta Barat wilayah yang sudah terjaga kerukunan antar umat beragamanya, dan tentu harus tetap dijaga,” jelas H.Ujang Badri, Ketua FKUB Kota Adm Ministrasi Jakarta Barat, Selasa 7/7/2020.

H.Wahyudin, Kepala Kantor Kemenag Kota Administrasi Jakarta Barat yang didampingi kasubag TU H.Kridarto, dalam sambutannya mengapresiasi dan salut dengan kerukunan para pengurus FKUB Jakarta Barat, yang meski dengan anggaran sangat minim pengabdiannya penuh semangat.

“Nampak dari wajah-wajah para pengurus FKUB Jakarta Barat yang tanpa beban, tentu menjadi modal utama dalam pengabdiannya menciptakan kerukunan, sebagai agen kerukunan, anggota FKUB mesti memiliki jiwa pengabdian yang luar biasa, dan ini sudah dimiliki oleh para pengurus FKUB Jakarta Barat. Kemenag juga sudah siapkan anggaran untuk FKUB, silahkan untuk dimanfaatkan sesuai POnya,”Jelas H.Wahyudin, Kepala Kantor Kemenag Jakarta Barat.

Silaturahim audiensi FKUB dengan Kepala Kantor Kemenag Jakarta Barat yang berlangsung di ruang aula audiensi Kantor Kemenag pada Selasa 7/7/2020 diikuti oleh pengurus FKUB Jakarta Barat, yang dipimpin langsung oleh ketua FKUB, H.Ujang Badri, wakil ketua H.Arifin Rusdi, wakil ketua Nyoman, Sekretaris Romo Jaenal Susiarjo dan seluruh anggota FKUB lainya.

Pada pertemuan tersebut, kepala kemenag membuka ruang tanya jawab, dialog dengan peserta yang diwakili oleh setiap utusan agama yang hadir.

Diantaranya daari Islam diwakili H.Harun AlRasyid, dari Hindu oleh Nyoman, dari Budha oleh Romo Asun, dari Katholik Oleh Edy S, dari Kristen oleh Pendeta Mulya dan dari Konghutju oleh Peter Lesmana. (Fin).