KH.Munahar Muchtar : Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 Digelar di Pangkalpinang, Ini yang Akan Dibahas

0
54

JAKARTA – Beritakotanews.com: Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam waktu dekat akan selenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 yang akan diselenggarakan di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Kongres yang akan diikuti oleh 700 peserta dari pengurus MUI pusat, ormas Islam, perguruan tinggi, pesantren dan pemangku kebijakan lainnya termasuk seluruh ketua-ketua umum MUI wilayah Provinsi rencananya akan digelar pada 26-29 Februari 2020 dengan menganbil Tema ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab’.

Ditemui di Rumah Makan Al Jazira, Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH.Munahar Muchtar yang sudah siap menghadiri acara tersebut mengatakan, KUII akan membahas beragam persoalan yang dihadapi umat Islam Indonesia yang meliputi politik, keagamaan, ekonomi, pendidikan dan persoalan umat lainya.

“Kongres Ini merupakan forum tertinggi sehingga segala keputusan yang dihasilkan akan menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia, dan ini merupakan kontribusinya para Ulama untuk bangsa ini, karenanya pada KUII nanti akan membahas banyak persoalan,” Jelas KH. Munahar Muchtar, Senin10/2/2020.

Sebagaimana yang disampaikan oleh ketua panitia KUII ke-7 Zaetun Rasmin, Kongres kali ini akan membahas banyak hal termasuk bidang pendidikan, mengingat cita-cita pendidikan dan kebudayaan dalam perspektif Islam dan Pancasila adalah pendidikan yang religius.

Zaitun menambahkan, politik juga akan dibahas sehingga strategi akan dirumuskan demi terwujudnya partai politik Islam dan partai berbasis umat Islam yang modern, kuat dan aspiratif, bersih dengan tata kelola yang baik, sehingga mampu melahirkan kepemimpinan politik yang efektif, transformatif, peka terhadap perubahan zaman, cepat dan tepat dalam mengambil kebijakan. Partai Islam dan partai berbasis umat Islam bekerja dalam kerangka NKRI dengan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat dan bangsa, serta bisa diperhitungkan secara nasional dan internasional.(fin).