Hari Peduli Sampah Nasional, LDII, Mendidik Para Siaga dan Penggalang Peduli Sampah, Menjaga Lindkungan Sejak Usia Dini.

Ad Blocker Terdeteksi

Website Kami memungkinkan menampilkan iklan menarik untuk pengunjuk. Silahkan bantu kami dengan menonaktifkan Ad Blocker pada perangkat Anda

Pramuka Satuan Komunitas(SAKO) Persada Nusantara LDII, Belajar Memilah Sampah di Hari Peduli Sampah Nasional (Foto : Adit)

Jakarta-Beritakotanews.com : 12 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 Februari 2005, musibah longsoran Tempat Pembuangan Aakhir (TPA) sampah di Leuwigajah Jawa Barat menelan ratusan korban meninggal dan 2 kampung adat hilang dari peta.  Dari peristiwa itulah  tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional dan Indonesia ditargetkan dapat bersih dari sampah pada tahun 2020.

Harapan sekaligus ajakan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar itu dikemukakan bersama para aktivis, komunitas, publik figur, serta Duta Peduli Sampah Jefri Nichols dalam deklarasi gerakan Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah dilakukan sebulan yang lalu, tepatnya pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 di Arboretum Manggala Wana Bhakti.

Gayung bersambut, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2018, Pramuka Satuan Komunitas Persada Nusantara Lembaga Dakwah Islam Indonesia, (SPN LDII), memperingatinya dengan mengajak Adek -adek Pramuka untuk belajar memilah sampah.

“Kita tanamkan sejak dini, kepada adek-adek siaga dan penggalang melalui Pramuka Satuan Komunitas Persada Nusantara LDII ini, agar ketika dewasa nanti mereka sudah terbiasa hidup tertib,hidup bersih dan peduli lingkungan,” Kata Adityo Handoko, di Kantor DPP LDII, Jalan Tentara Pelajar no.28 Patal Senayan Jakarta, Rabu,21/02/2018.

Hal senanda juga disampaikan oleh praktisi Daur Ulang Sampah, Dra. Hj.Erni Nandang, anggota Departemen Litbang dan Iptek, SDA dan Lingkungan Hidup DPP LDII. Pakar persampahan yang memperoleh penghargaan dari Presiden RI atas hasil karyanya membalikkan fakta, dari sampah yang terstigma kotor dan menjijikan, oleh Nandang, justru sampah menjadi berkah, sampah menjadi indah dan sampah menjadi rupiah, membuang sampah berarti membuang rupiah.(a-3).

Leave a Reply