Hamri Gusman, Motivator Nasional yang Mampu Menundukkan Dua Ribu Peserta TPD Mencucurkan Air Mata

Ad Blocker Terdeteksi

Website Kami memungkinkan menampilkan iklan menarik untuk pengunjuk. Silahkan bantu kami dengan menonaktifkan Ad Blocker pada perangkat Anda

Foto : Hag

Jakarta, Beritakotanews.com: Motivator Hamry Gusman Zakaria, memberikan pembekalan semangat juang kepada 2.000 orang  Tim Penggerak Desa (TPD) se Provinsi Jawa Barat di GOR Arcamanik, Bandung. Kegiatan Temu Kerja TPD Kelurahan-Desa yang dibuka Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kemandirian tenaga lapangan Keluarga Berencana pada Tahun 2018 yang akan datang.

“Tim inilah yang bertugas menjadi garda terdepan Pemerintah, dalam menyukseskan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),” Kata Heryawan, saat membuka acara yang dihadiri oleh Kepala BKKBN Jawa Barat, Bandung, 21/12/2017.
Kinerja TPD ini sungguh luar biasa dan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk melalui sosialisasi 8 Fungsi Keluarga, maka Pemprov Jawa Barat akan berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka, jika perlu akan diusulkan agar TPD yang terbaik, bisa diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara), lanjut Heryawan.
“Untuk tercapainya tujuan yang dimaksud, maka melalui motivasi yang akan disampaikan motivator hebat, sodara Hamri, bisa menjadi daya pacu bagi TPD,” Tutup Heryawan.
Melalui motivasi yang menyentuh hati, Hamry  yang juga penulis Buku 5 Pilar Revolusi Mental ini, sempat membuat 2.000 peserta menitikkan air mata harunya, saat memandu sesi renungan, dan mengucapkan “Deklarasi Pejuang Keluarga” yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta.
Ketua Panitia Penyelenggara acara, Drs Teguh Santoso MPd, yang merupakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa jumlah TPD di Jawa Barat yang berjumlah 2.100 orang, adalah yang terbesar dari 34 Provinsi, dan terbukti sejak TPD terbentuk pada 2010, sangat efektif untuk mensosialisasikan seluruh Program Keluarga Berencana pada masyarakat hingga ke akar rumput, sehingga kini rata-rata usia menikah wanita di Jawa Barat menjadi usia 20 tahun, dari sebelumnya usia 18 tahun.
“Fertility Rate (angka rata-rata jumlah anak dalam sebuah keluarga) menurun dari sebelumnya 2,6 menjadi 2,4. Jika statistik di Jawa Barat baik, maka sangat berpengaruh pada statistik Nasional, dan Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi pejuang-pejuang keluarga tangguh seperti anggota TPD Jawa Barat ini,” Kata Teguh Santoso.
Teguh Santoso yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur,  yang juga berhasil menyukseskan program KB di Kalimantan Timur, merasa optimis jika kedepan Jawa Barat juga bisa berhasil.(A-3).

Leave a Reply