Beredarnya Video Youtub yang Berisi Pelecehan dan Penghinaan Terhadap Umat Islam, MUI DKI Jakarta Mengecam Keras

0
172

Jakarta, Beritakotanews.com: Majelis Ulama Indonesia khususnya provinsi DKI Jakarta melalui berbagai forum, media dan tempat, terus berupaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI, termasuk didalamnya kerukunan antar umat beragama. Namun disisi lain ditengah-tengah upaya menjaga persatuan dan kesatuan tersebut, ada saja oknum yang sengaja berusaha memporakporandakan kerukunan. Oknum-oknum seperti itu mesti segera ditumpas di atas bumi Indonesia, ujar KH. Munahar Muchtar, Ketua Umum MUI DKI Jakarta, saat diminta pendapatnya mengenai beredarnya video dari Youtub yang berisi ceramah oknum non Islam yang menghina dan menistakan Islam.

KH. Munahar Muchtar selanjutnya mengajak kepada umat, khususnya umatIslam agar tidak terprovokasi hal-hal yang akan mengakibatkan terpecahnya kerukunan dan persatuan. Namun demikian Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta sangat mengecam atas kelakuan oknum non Islam tersebut, dan meminta untuk segera menarik videonya serta meminta maaf kepada seluruh umat Islam, jika tidak, MUI DKI yang akan melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Mendengar isi videonya, itu sebuah penghinaan terhadap umat Islam, jika tidak meminta maaf saya seret ke pihak yang berwajib. Ini sudah melampaui batas, Islam di Indonesia ini mayoritas, dan selalu menghargai dan menghormati kaum minoritas, namun selalu saja memancing dan mengajak berantem, ini kalau pihak berwajib tidak segera bertindak akan berbahaya dikemudian hari,” Tegas KH. Munahar Muchtar.

Beredarnya vidio seorang pendeta yang melecehkan para tamu Allah yang melaksanakan ibadah haji dan umroh dengan menyatakan bahwa yang ziyarah ke makam Nabi ada yang meminta sesuatu yang dilarang agama juga menyatakan bahwa air zam zam adalah air laut yang disuling. Atas beredarnya vidio tersebut MUI DKI minta agar oknum pendeta tersebut meminta maaf kepada ummat Islam Indonesia khususnya dan kepada ummat  Islam di dunia. (fin).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini